Skip to main content

Kemdikbud Perkuat Peran Pendidikan Kejuruan

Jakarta, Kemdikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memperkuat peran pendidikan kejuaran sebagai upaya mewujudkan masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing, sejalan dengan cita-cita pembangunan yang tertuang dalam Nawacita Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“SMK harus dapat menjawab kebutuhan dalam memasuki persaingan Masyarakat Ekonomi Asean. Dengan semangat Nawacita, program-program Kemdikbud dalam bidang pendidikan kejuruan diarahkan kepada peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan di SMK,” demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan.

Mendikbud mengatakan, dalam meningkatkan kuantitas sarana dan prasarana SMK Kemdikbud membangun 341 gedung sekolah di seluruh Indonesia selama tahun 2016, dan bersama pemerintah daerah berencana akan menambah jumlah guru yang saat ini masih berjumlah 270.000 orang. “Dengan peningkatan kuantitas SMK ini diharapkan bahwa proses pengajaran di sekolah kejuruan dapat mengikuti trend dan teknologi terbaru, termasuk memastikan tersedianya sarana dan prasarana praktikum yang terbaik,” tutur Mendikbud.

Selain perkuat kuantitas sarana dan prasarana SMK, Kemdikbud melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan kualitas peserta didik dan lulusan sekolah kejuruan, dengan mempersiapkan sekitar 200 sekolah untuk menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi, sehingga lulusan SMK dapat lebih siap dan kompeten dalam memasuki dunia kerja. Selanjutnya, Kemdikbud juga menambahkan jurusan/program studi dalam tiga sektor trategis, yakni pariwisata, kemaritiman, dan pertanian. “Dengan perkuat sektor strategis tersebut, diharapkan juga dapat memperkuat melek literasi baca, tulis, dan hitung (Calistung), Sains, Finansial, dan literasi budaya,” pesan Mendikbud.

Upaya lain yang dilakukan Kemdikbud dalam peningkatan kualitas peserta didik, yaitu menyelenggarakan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK. Tahun ini penelenggaraan LKS SMK ditempatkan di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, diikuti sebanyak 1.153 orang siswa SMK. “Hal menarik dari penyelenggaraan LKS SMK tahun ini para peserta dan pendamping tidak lagi menginap di hotel, tetapi tinggal bersama masyarakat sebagai Keluarga Sebangsa,” kata Mendikbud.

Penyelenggaraan LKS SMK ke XXIV tahun 2016 sebagai pencetus pertama pelibatan publik mengajak seluruh mayarakat memiliki rasa kepemilikan terhadap program dan kegiatan pemerintah. Para peserta dan pendamping diajak untuk menyatu dengan masyarakat sebagai perwujudan dari Keluarga Sebangsa. “Para peserta tersebut dari berbagai wilayah di Indonesia tinggal di rumah warga sebagai keluarga sebangsa. Ini penting dilaksanakan untuk membangun kesadaran para peserta, dan juga keluarga yang ditempatinya bahwa kita beragam, dan berbhineka, tetapi tetap satu,” disampaikan Mendikbud saat berkunjung ke beberapa rumah warga di Kota Malang tempat menginap peserta, Minggu Malam (22/05/2016). ***  

Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat           
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Comments

Popular posts from this blog

Tentang JFT PTP

Jabfungptp.kemdikbud.go.id, Jakarta  –  Sesuai Permenpanrb No.2 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Tertentu Pengembang Teknologi Pembelajaran, dalam Bab I Ketentuan Umum pasal 1, bahwa dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini yang dimaksud dengan: Pengembang Teknologi Pembelajaran adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup tugas, bertanggung jawab dan wewenang untuk melakukan kegiatan pengembangan teknologi pembelajaran yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil dengan hak dan kewajiban yang diberikan secara penuh oleh pejabat yang berwenang. Pengembangan teknologi pengembangan adalah suatu proses analisis, pengkajian, perancangan, produksi, penerapan dan evaluasi system model teknologi pembelajaran; Teknologi pembelajaran adalah suatu bidang yang secara sistematik memadukan komponen sumberdaya belajar yang meliputi: orang, isi ajaran, media atau bahan ajar, peralatan, teknik, dan lingkungan, yang digunakan untuk membelajarkan peserta didik pada s...

Bimbingan Teknis Operator Pelaksanaan Pelatihan Guru Pembelajar

PTP VEDCA, Cianjur – PPPPTK Pertanian Cianjur menyelenggarakan Bimbingan Teknis Operator Pelaksanaan Pelatihan Guru Pembelajar yang dimulai dari tanggal 13 Juni – 29 Juni 2016. Bimbingan teknis yang ditujukan bagi Operator Pusat Belajar tersebut dilaksanakan dalam 5 angkatan yaitu : Angkatan 1     :  13 – 15 Juni 2016 Angkatan 2     :  16 – 18 Juni 2016 Angkatan 3     :  20 – 22 Juni 2016 Angkatan 4     :  24 – 26 Juni 2016 Angkatan 5     :  27 – 29 Juni 2016 Sasaran bimtek tersebut berjumlah operator Pusat Belajar dari 1378 Pusat Belajar dari 27 kabupaten/kota di provinsi Jawa Barat dan 10  kabupaten/kota di provinsi  Nusa Tenggara Barat. Bimtek ini dilaksanakan di 15 lokasi di Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat. Tim Pengembang Teknologi Pembelajaran berperan sebagai fasilitator. Mat...

Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Jabatan Fungsional – Pengembang Teknologi Pembelajaran (JF – PTP)

PTP VEDCA, Bandung  –  Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi Jabatan Fungsional – Pengembang Teknologi Pembelajaran (JF – PTP) pada Rabu, 6 April 2016. Diskusi Peserta Bimtek merupakan kegiatan yang rutin diselenggarakan Pustekkom untuk memberikan pemahaman kepada para PTP dan Pejabat Kepegawaian tentang Jabatan Fungsional PTP dan angka kreditnya serta tata cara penyusunan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) PTP. Dibimbing oleh narasumber dari Pustekkom, Dr. Purwanto, bimtek ini juga menjadi ajang diskusi dan tanya jawab bagi peserta. Narasumber Pustekkom, Dr. Purwanto Bimtek yang dilaksanakan di PPPPTK IPA ini dihadiri oleh sekitar 20 peserta dari berbagai lembaga. Lima peserta di antaranya merupakan Pejabat Fungsional dan Calon Pejabat Fungsional PTP PPPPTK Pertanian. Redaksi : IS